Komponen Pendekatan Sistem dalam
Pembelajaran
A.
Konsep
perencanaan sistem pembelajaran
1. Pengertian
perencanaan pembelajaran
Menurut
Affandi (2009:147) perencanaan merupakan proses penetapan dan pemanfaatan
sumber daya secara terpadu yang diharapkan dapat menunjang kegiatan-kegiatan
dan upaya-upaya yang akan dilaksanakan secara efisien dan efektif dalam
mencapai tujuan. Sama halnya dengan pembelajaran yang juga membutuhkan suatu
perencanaan, agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Menurut Affandi
(2009:149) menyatakan bahwa perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai
suatu rangkaian yang saling berhubungan dan saling menunjang antara berbagai
unsur atau komponen yang ada didalam pembelajaran. Sejalan dengan pendapat yang
dikemukakan oleh Banghart dan Trull dalam Affandi (2009:148) yang menyatakan
bahwa perencanaan merupakan awal dari semua proses yang rasional, dan
mengandung sifat optimisme yang didasarkan atas kepercayaan bahwa akan dapat
mengatasi berbagai macam permasalahan dalam konteks pembelajaran. Perencanaan
pembelajaran yang diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran,
penggunaan media pembelajaran, penggunaan pendekatan atau metode pembelajaran,
dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa satu semester yang
akan datang untuk mencapai tujuan yang ditentukan.
Berdasarkan
pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan pembelajaran merupakan
suatu rangkaian atau komponen yang relevan antara materi pelajaran,
pendekatan/metode dengan karakteristik siswa serta media yang dapat menunjang
hal tersebut sehingga tujuan yang diinginkan dapat tercapai.
2. Prinsip
perencanaan pembelajaran
Menurut
Sagala dalam Affandi (2009:149-150) ada beberapa prinsip perencanaan
pembelajaran yang harus diperhatikan sehingga proses belajar mengajar di kelas
dapat dilaksanakan secara efektif. Prinsip perencanaan pembelajaran yang
dimaksud, yaitu sebagai berikut:
a. Menetapkan
apa yang akan dilakukan oleh guru, kapan dan bagaimana cara melakukannya dalam
implementasi pembelajaran.
b. Membatasi
sasaran atas dasar tujuan intruksional khusus dan menetapkan pelaksanaan kerja
untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target
pembelajaran.
c. Mengembangkan
alternatif-alternatif yang sesuai dengan
strategi pembelajaran.
d. Mengumpulkan
dan menganalisis informasi yang penting untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
e. Mempersiapkan
dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan yang berkaitan
dengan pembelajaran kepada pihak yang berkepentingan.
Pendapat
lain mengenai prinsip/dimensi perencanaan pembelajaran yaitu berkaitan dengan
cakupan dan sifat-sifat dari beberapa karakteristik yang ditemukan dalam
perencanaan pembelajaran. Menurut Harjanto dalam Mahmudah (2015:13-14) prinsip/dimensi perencanaan
pembelajaran yang dimaksud, yaitu sebagai berikut:
a. Signifikansi
Tingkat signifikansi
tergantung pada tujuan pendidikan yang diajukan dan signifikansi dapat ditentukan berdasarkan
kriteria-kriteria yang dibangun selama proses
perencanaan.
b. Reabilitas
Perencanaan harus
disusun berdasarkan pertimbangan realistis baik yang berkaitan dengan biaya
maupun pengimplementasiannya.
c. Relevansi
Konsep relevansi
berkaitan dengan jaminan bahwa perencanaan memungkinkan penyelesaian persoalan
secara lebih spesifik pada waktu yang tepat agar dapat dicapai tujuan spesifik
secara optimal.
d. Kepastian
Konsep kepastian
minimum diharapkan dapat mengurangi kejadian-kejadian yang tidak terduga.
e. Ketelitian
Prinsip utama yang
perlu diperhatikan ialah agar perencanaan pengajaran disusun dalam bentuk yang
sederhana, serta perlu diperhatikan secara sensitif kaitan-kaitan yang pasti
terjadi antara berbagai komponen.
f. Adaptabilitas
Diakui bahwa
perencanaan pengajaran bersifat dinamis, sehingga perlu senantiasa mencari
informasi sebagai umpan balik. Penggunaan berbagai proses memungkinkan perencanaan yang fleksibel atau
adaptabel dapat dirancang untuk menghindari
hal-hal yang tidak diharapkan.
g. Waktu
Faktor yang berkaitan
dengan waktu yaitu keterlibatan perencanaan dalam memprediksi masa depan, dan
untuk menilai kebutuhan kependidikan masa kini dalam kaitannya dengan masa mendatang.
h. Monitoring
Monitoring merupakan
proses mengembangkan kriteria untuk menjamin bahwa berbagai komponen bekerja
secara efektif.
i. Isi Perencanaan
Isi merencanakan
merujuk pada hal-hal yang akan direncanakan.
3. Karakteristik
perencanaan pembelajaran
Menurut
Banghart dan Trull dalam Fatimah (2015) menjelaskan terdapat beberapa
karakteristik perencanaan pengajaran, yaitu sebagai berikut:
a. Merupakan
proses rasional, sebab berkaitan dengan tujuan social dan konsep-konsepnya yang
dirancang oleh banyak orang.
b. Merupakan
konsep dinamik, sehingga dapat dan perlu dimodifikasi jika informasi yang masuk
mengharapkan demikian.
c. Perencanaan
terdiri dari beberapa aktivitas, aktivitas itu banyak ragamnya, namun dapat
dikategorikan menjadi prosedur-prosedur.
d. Perencanaan
pengajaran berkaitan dengan pemilihan sumber dana, sehingga harus mampu
mengurangi pemborosan, duplikasi, salah penggunaan dan salah dalam
manajemennya.
4. Manfaat
perencanaan pembelajaran
Menurut
Darwyn Syah dalam Fatimah (2015), pada bukunya yang berjudul Perencanaan Sistem
Pengajaran Pendidikan Agama Islam, tertulis manfaat yang diperoleh dari perencanaan
pengajaran dalam proses belajar mengajar yaitu:
a. Sebagai
petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
b. Sebagai
pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat
dalam kegiatan.
c. Sebagai
pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid.
d. Sebagai
alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketepatan dan kelambatan kerja.
e. Untuk
bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
f. Untuk
menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan biaya.
B.
Pendekatan
sistem dalam pembelajaran
1. Pengertian
sistem
Menurut
Oemar. H (2002) menyatakan bahwa sistem merupakan suatu konsep yang abstrak
yakni seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling berinteraksi untuk
mencapai suatu tujuan. Menurut Anastasi Lipusari (2013:27) menyatakan bahwa
sistem merupakan suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
berhubungan, berkumpul dan bekerja sama untuk melakukan suatu kegiatan atau
untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
Berdasarkan
pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan suatu rangkaian konsep
yang abstrak dan relevan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
2. Pengertian
pendekatan sistem
Menurut
Salamah (2006) menyatakan bahwa pendekatan sistem diartikan sebagai suatu cara
berpikir dengan menggunakan sistem sistematik dan sistemik (menyeluruh). Pendekatan
sistem juga dikatakan sebagai metode untuk mendeskripsikan suatu objek yang
dideskripsikan, meliputi bagaimana hubungan antar komponen yang satu dengan
komponen yang lainnya yang menunjuk pada satu hasil secara keseluruhan alat
atau teknik yang dirancang untuk
memahami suatu sistem.
Berdasarkan
pendapat diatas, pendekatan sistem merupakan suatu alat yang dapat merancang
konsep yang abstrak secara sistematis sehingga tujuan yang diinginkan dapat
tercapai.
3. Pembelajaran
sebagai suatu sistem
Menurut
Rusma dalam Sembiring (2013:1) menyatakan bahwa pembelajaran merupakan suatu
sistem yang terdiri atas berbagai komponen yang saling berkaitan satu sama
lain. Komponen tersebut meliputi: tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Keempat
komponen pembelajaran tersebut harus diperhatikan oleh guru sebelum memilih dan
menentukan model-model pembelajaran yang akan digunakan. Pendapat tersebut
dikembangkan lagi oleh Rusma dalam Sumirat (2016:1) menyatakan bahwa pembelajaran
sebagai suatu sistem tersusun atas berbagai komponen. Komponen-komponen
pembelajaran tersebut terdiri dari tujuan pembelajaran, materi pembelajaran,
metode pembelajaran, media pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Kelima komponen
pembelajaran tersebut saling terpadu dan berkaitan satu sama lain.
Berdasarkan
pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran sebagai suatu sistem
karena dalam proses pembelajaran terdapat sebuah perencanaan berupa
komponen-komponen yang tersusun secara sistematis.
4. Manfaat
penerapan pendekatan sistem dalam perencanaan pembelajaran
Penggunaan
pendekatan sistem dalam perencanaan pembelajaran, yaitu dapat memecahkan masalah-masalah
yang dihadapi dalam kegiatan perencanaan pembelajaran, menghasilkan rumusan
rencana pembelajaran yang bermutu, dan dapat menyusun sistem pembelajaran yang
efektif dan efesien.
Komentar
Posting Komentar