Langsung ke konten utama

Hakikat Pembelajaran


Hakikat Pembelajaran
1.      Pengertian pembelajaran
Menurut Ahmar (2012:10) menyatakan bahwa pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Hal ini sejalan dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 3 yang menyatakan bahwa pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Hal ini sesuai pula dengan konsep pembelajaran menurut Corey dalam Ahmar (2012:11) yang menyatakan bahwa suatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu.
Berdasarkan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses pemerolehan ilmu pengetahuan, pembentukan sikap dan keterampilan sehingga terjalin interaksi antara pendidik dengan peserta didik, serta melibatkan sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar.

2.      Ciri-ciri pembelajaran
Menurut Darsono dalam Rohiyatun (2017:95-96) mengemukakan beberapa ciri-ciri pembelajaran, yaitu belajar mengajar dilakukan secara sadar dan direncanakan secara sistematis, dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi peserta didikdalam belajar, dapat menyediakan bahan belajar yang menarik perhatian dan menantang siswa, dapat menggunakan alat bantu yang tepat dan menarik, dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi siswa, dapat membantu peserta didiksiap menerima pelajaran baik secara fisik maupun psikologi, dapat menekan keaktifan siswa, dan dilakukan secara sadar dan sengaja.

3.      Komponen pembelajaran
Salah satu ciri-ciri dari pembelajaran adalah berkaitan dengan komponen-komponen pembelajaran. Menurut Sumiati dan Asra dalam Ahmar (2012:12) komponen pembelajaran dikelompokkan menjadi tiga kategori utama, yaitu guru, isi atau materi pembelajaran, dan peserta didik. Interaksi antara ketiga komponen tersebut melibatkan metode pembelajaran, media pembelajaran, dan penataan lingkungan tempat belajar, sehingga tercipta situasi pembelajaran dan tujuan yang diinginkan dapat tercapai.
a.       Tujuan pembelajaran
Menurut H. Daryanto dalam Ahmar (2012:12) menyatakan bahwa tujuan pembelajaran merupakan tujuan yang menggambarkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki peserta didik sebagai akibat dari hasil pembelajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. Tujuan pembelajaran harus dirumuskan dengan jelas sehingga dapat dijadikan sebagai alat ukur yang efektif untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran di kelas. Tujuan pembelajaran tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan disesuaikan dengan standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapaian peserta didik.
b.      Materi pembelajaran
Menurut Ahmar (2012:14-15) menyatakan bahwa materi pembelajaran pada dasarnya merupakan isi dari kurikulum, yakni berupa mata pelajaran atau bidang studi dengan topik/sub topik dan rinciannya. Isi dari proses pembelajaran tercermin dalam materi pembelajaran yang dipelajari oleh peserta didik.
c.       Metode pembelajaran
Menurut Ahmar (2012:18-19) menyatakan bahwa ketepatan penggunaan metode pembelajaran oleh guru memungkinkan peserta didik untuk mencapai tujuan belajar baik dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotor. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat harus memperhatikan beberapa faktor, yaitu tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, kemampuan guru, kondisi peserta didik, sumber dan fasilitas, situasi kondisi dan waktu.
d.      Media pembelajaran
Menurut Ahmar (2012:20-21) menyatakan bahwa media pembelajaran merupakan peralatan yang membawa pesan atau informasi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jenis-jenis media pembelajaran sangat beragam dan mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing, oleh karena itu guru harus mampu memilih media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif.
e.       Evaluasi pembelajaran
Menurut Ahmar (2012:22) menyatakan bahwa evaluasi pembelajaran merupakan suatu bentuk penilaian terhadap kemajuan peserta didikdalam melaksanakan proses pembelajaran.
f.       Lingkungan tempat belajar
Lingkungan merupakan salah satu sumber belajar yang sangat diperlukan oleh peserta didik. Menurut Ahmar (2012:26) menyatakan bahwa lingkungan tempat belajar adalah segala situasi yang ada di sekitar peserta didiksaat proses pembelajaran. Jadi lingkungan fisik tempat belajar adalah segala sesuatu dalam bentuk fisik yang ada di sekitar peserta didiksaat proses pembelajaran. Lingkungan yang ditata dengan baik akan menciptakan kesan positif dalam diri siswa, sehingga peserta didikmenjadi lebih senang untuk belajar dan lebih nyaman dalam belajar.

4.      Faktor-faktor yang mempengaruhi
Menurut Depdiknas (2006:6) menyatakan bahwa ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar mengajar, yaitu sebagai berikut:
1.      Faktor guru; pada faktor ini yang perlu mendapat perhatian adalah keterampilan mengajar dan metode yang tepat dalam mengelola tahapan pembelajaran. Interaksi belajar mengajar guru harus memiliki keterampilan mengajar, mengelola tahapan belajar mengajar, memanfaatkan metode, mengunakan media dan mengalokasikan waktu yang untuk mengkomunikasikan tindakan mengajarnya demi tercapainya tujuan pembelajaran di sekolah.
2.      Faktor  peserta didik;  peserta didik adalah  subjek yang  belajar  atau yang disebut pembelajar. Pada faktor peserta didik yang harus diperhatikan adalah karakteristik umum maupun khusus dari peserta didik.
3.      Faktor kurikulum; kurikulum merupakan pedoman bagi guru dan peserta didik dalam mengkoordinasikan tujuan dan isi pelajaran. Pada faktor ini yang menjadi titik perhatian adalah bagaimana merealisasikan komponen metode dengan evaluasi.
4.      Faktor lingkungan; lingkungan didalam interaksi belajar mengajar merupakan konteks terjadinya pengalaman belajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Kebutuhan

Analisis Kebutuhan A.     Pengertian analisis kebutuhan Menurut Habibi (2015:1) menyatakan bahwa kebutuhan merupakan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan hidup serta untuk memperoleh kesejahteraan dan kenyamanan. Hal ini mendukung pendapat yang dikemukakan oleh Kaufan dalam Sihombing dan Marni (2012) menyatakan bahwa analisis kebutuhan dapat dirumuskan sebagai suatu usaha untuk mengidentifikasi alat dan metode yang diperlukan dalam rangka menghilangkan kesenjangan antara kenyataan dan harapan. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa analisis kebutuhan merupakan suatu cara yang dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan oleh peserta didik sehingga pendidik mampu memenuhi kebutuhan tersebut. B.      Fungsi analisis kebutuhan         Menurut Morrison menjelaskan beberapa fungsi analisis kebutuhan, yaitu sebagai berikut: 1.    Mengidentifikasi...

Komponen Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran

Komponen Pendekatan Sistem dalam Pembelajaran A.     Konsep perencanaan sistem pembelajaran 1.       Pengertian perencanaan pembelajaran Menurut Affandi (2009:147) perencanaan merupakan proses penetapan dan pemanfaatan sumber daya secara terpadu yang diharapkan dapat menunjang kegiatan-kegiatan dan upaya-upaya yang akan dilaksanakan secara efisien dan efektif dalam mencapai tujuan. Sama halnya dengan pembelajaran yang juga membutuhkan suatu perencanaan, agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Menurut Affandi (2009:149) menyatakan bahwa perencanaan pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu rangkaian yang saling berhubungan dan saling menunjang antara berbagai unsur atau komponen yang ada didalam pembelajaran. Sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Banghart dan Trull dalam Affandi (2009:148) yang menyatakan bahwa perencanaan merupakan awal dari semua proses yang rasional, dan mengandung sifat optimisme yang didasarkan atas ke...

Desain Model Pembelajaran

Desain Model Pembelajaran A.     Pengertian desain pembelajaran Menurut Dick and Carey dalam Mudhofir (2016:1) menyatakan bahwa desain pembelajaran merupakan mencakup seluruh proses yang dilaksanakan pada pendekatan sistem yang terdiri dari analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hal ini sejalan dengan pendapat Mudhofir (2016:1) menyatakan bahwa desain pembelajaran merupakan prosedur kerja yang digunakan dalam proses pembelajaran agar pembelajaran dapat dilaksanakan secara baik dan menghasilkan output yang baik. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa desain pembelajaran merupakan suatu rangkaian kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan sesuai dengan sintaks sehingga pelaksanaannya terstruktur dan tujuan yang diinginkan dapat tercapai. B.      Kriteria desain instruksional Menurut Sanjaya (2008:67-69) menyatakan bahwa desain intruksional berkenaan dengan proses pembelajaran yang dapat dilakukan pes...